Menu
Uncategorized

Menyiapkan Modal Bisnis Tanpa Berhutang

kartunama alnis

Pertama kali yang terbayang ketika ingin memiliki bisnis adalah modal. Karena untuk menggerakkan bisnis perlu operasional, bahan baku, tenaga kerja, dan sumber daya lainnya. Semuanya mengeluarkan biaya sehingga membutuhkan modal. Ada berbagai sumber yang dapat dijadikan modal bisnis, diantaranya :

  • Modal Pribadi

Modal yang berasal dari dana pribadi. Biasanya bagi yang sebelumnya adalah seorang karyawan suka menyisihkan penghasilan berupa tabungan, atau dana yang diperoleh berupa pesangon, yang diperoleh ketika di PHK dan mengundurkan diri dengan syarat dan ketentuan peraturan ketenagakerjaan mendapatkan dana sejumlah beberapa kali dari gaji yang diterima saat masih bekerja. Dana ini dapat digunakan sebagai modal usaha jika memang ingin memiliki bisnis sendiri.

Bagi yang sebelumnya memiliki usaha dan ingin memiliki bisnis lain atau beralih, bisa menggunakan dana hasil usaha sebelumnya. Atau mendapatkan warisan dari keluarga juga bisa dikatakan dana pribadi sehingga dapat disebut modal pribadi. Banyak macam dana pribadi yang dapat diupayakan untuk bisa menjadi modal bisnis.

  • Investor

Modal yang berasal dari orang atau perusahaan yang ingin menaruh dananya kepada bisnis yang akan dijalankan dan berharap mendapatkan pembagian keuntungan. Biasanya pembagian keuntungan bisa lebih besar investor atau sama, tergantung kesepakatan awal memulai usaha.

  • Lembaga Keuangan

Lembaga keuangan dimaksud adalah bank, fintech¸dan lembaga pembiayaan lainnya. Modal yang diperoleh biasanya berupa pinjaman. Pada bank ada pinjaman untuk usaha dengan jaminan. Mengenai syarat pengajuan biasanya pihak bank meminta foto lokasi usaha, identintitas pemilik bisnis, jaminan yang akan digunakan, surat ijin usaha dan legalitas usaha lainnya.

Biasanya pinjaman diberikan pada bisnis yang sudah berjalan beberapa waktu sesuai ketentuan dari Bank, berbeda-beda. Untuk yang baru memulai usaha bisa mengajukan pinjaman dengan bentuk pinjaman multiguna dan menjamin asset yang dimiliki seperti sertifikat rumah, BPKB Kendaraan, dan sebagainya.

Pinjaman modal tanpa jaminan bisa diperoleh melalui fintech atau dikenal dengan pinjaman online. Namun bunga yang ditawarkan cukup besar, jangka waktu singkat, tidak disarankan jika untuk modal usaha. Misalnya saja pengajuan pinjaman sejumah 1.500.000,- maka jumlah yang akan cair hanya 1.000.000,- sedangkan yang harus dibayarkan sejumlah 1.700.000,-. Jadi mohon dipertimbangkan kembali jika ingin mendapatkan pinjaman dari lembaga ini.

Syarat pengajuan juga sangat mudah, cukup identitas diri, foto, usaha atau slip gaji jika ada, link kepada marketplace atau bank dan sebagainya. Pencairan juga cukup cepat, namun memang dana yang dicairkan dan dapat mereka pinjamkan juga cukup kecil, tidak besar. Lembaga pembiayaan lain biasanya juga menggunakan jaminan jika ingin mendapatkan bantuan pinjaman modal usaha.

Ada juga berupa konsinyasi dan pemberian modal tetapi bukan dalam bentuk pinajaman. Biasanya harus mengikuti beberapa program dan dinyatakan lulus sesuai syarat dan ketentuan. Serta wajib melaporkan perkembangan usaha, karena dianggap binaan.

  • Lembaga Gadai

Lembaga gadai dapat menjadi solusi juga dalam mendapatkan modal bisnis. Jika mempunyai aset tentunya, bisa digadai. Misalnya saja sertifikat rumah, BPKB kendaraan bermotor, emas dan sebagainya. Dengan menggadai, maka akan memperoleh uang senilai taksiran barang atau aset yang digadai. Bunga atau biaya administrasi tidak terlalu besar, namun jangka waktu biasanya singkat.

  • Join Venture

Modal bersama, tidak hanya modal pribadi tetapi juga ada modal orang lain disana. Apakah teman, keluarga dan lainnya. Biasanya teman atau keluarga ada yang memiliki keinginan yang sama untuk membuka usaha, namun keterbatasan modal akhirnya urung menjalankan. Dengan modal gabungan, dapat meringankan kebutuhan modal yang diperlukan untuk menjalankan bisnis. Perlu ada kesepakatan diawal agar tidak menjadi konflik dikemudian hari dalam pengelolaan bisnis dan pembagian keuntungan.

  • Dana Hibah

Dana hibah untuk modal bisnis masih dapat ditemui pada beberapa program yang diluncurkan dari berbagai lembaga dan perusahaan. Sebagai bentuk tanggungjawab sosial terhadap masyarakat sekitar, biasanya perusahaan memberikan dana hibah untuk masyarakat membuka bisnis. Ada juga program dari perorangan yang memberikan dana hibah untuk modal usaha. Informasi mengenai hal ini perlu dicari dan rajin melakukan pembaruan informasi kepada perorangan atau lembaga yang rajin memberikan dana hibah untuk modal bisnis.

  • Dana Konsumen

Modal usaha juga dapat diperoleh melalui dana konsumen, hal ini dapat kita lihat pada bisnis property contohnya. Developer bekerjasama dengan pemilik lahan dan kontraktor yang dibayar setelah pembangunan dan pembelian terjadi. Jika ada konsumen yang tertarik membeli, maka dana berupa uang muka dapat digunakan untuk membangun rumah atau unit yang dipesan. Kemudian pelunasan dari konsumen akan dibayar untuk kontraktor dan pemilik lahan. Jadi modal semua berasal dari konsumen.

Untuk usaha kuliner juga bisa menggunakan modal seperti ini. pemesan biasanya membayar sebagian atau penuh, maka bisa digunakan untuk membeli bahan kemudian diolah sesuai pesanan. Masih banyak contoh lainnya yang dapat menjadikan pembayaran konsumen sebagai modal usaha. Tapi harus amanah atau sesuai jika tidak maka kita akan kehilangan kepercayaan bisnis.

Tidak semua orang merasa nyaman jika dalam menjalankan bisnisnya harus memiliki hutang berupa pinjaman modal usaha. Untuk itu, berbagai pilihan sumber modal diatas dapat dipilih sesuai keinginan. Jika menginginkan modal bisnis tanpa meminjam, tentu perlu dibuat list atau daftar sumber dana apa yang mungkin untuk dijadikan modal usaha. Berikut beberapa langkah yang perlu dilakukan terhadap beberapa pilihan sumber modal bisnis tanpa perlu meminjam dari pihak luar.

  1. Sumber dana pribadi

Langkah yang diperlukan jika memang menginginkan untuk memulai bisnis dengan modal sendiri adalah:

  • Membuat rencana anggaran yang rinci dan matang, untuk mengetahui dengan tepat kebutuhan akan modal bisnis yang diperlukan.
  • Melakukan pengecekan terhadap sumber dana yang akan digali. Apakah dalam bentuk tabungan, deposito, reksadana, tabungan saham, emas logam mulia, asset lain seperti rumah, kendaraan, dan lainnya.
  • Membuat daftar total asset atau dana pribadi yang dapat digunakan untuk modal bisnis. Perlu diingat bahwa jangan gunakan seluruh asset dan tabungan yang dimiliki, harus ada dana yang cukup untuk mem-back up jika bisnis tidak berjalan sesuai rencana. Harus ada strategi atau rencana lain yang dijalankan dengan anggaran yang juga telah dibuat dan disiapkan.
  • Buat daftar rencana anggaran dengan daftar dana yang tersedia. Bisnis sebenarnya dapat berjalan sesuai dengan modal yang ditentukan atau tersedia. Tinggal bagaimana kreativitas pemilik bisnis mengemasnya. Jangan paksakan jika modal atau dana tidak sesuai dengan anggaran atau rencana. Tetap jalankan dengan meminimalisisr anggaran yang dapat disusul kemudian.
  • Mencairkan dana pribadi yang siap digunakan sebagai modal. Jika memiliki asset dapat dijual, namun perlu diingat asset ini bukan uang yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Misalnya kendaraan merupakan kendaraan yang jarang sekali dipakai karena sudah ada penggantinya. Kemudian rumah, bukan merupakan rumah yang digunakan untuk tinggal saat ini, dan jika mungkin juga bukan rumah yang dapat menghasilkan atau rumah yang disewakan dan menghasilkan pendapatan secara berkala.
  1. Sumber dana yang berasal dari luar

Modal bisnis yang bersumber dari luar dapat berupa modal dari investor baik perorangan maupun perusahaan bisnis, bank, dan lembaga lainnya yang rajin memberikan bantuan modal bisnis kepada masyarakat. Untuk itu diperlukan beberapa cara agar dapat menarik para investor menanamkan modalnya pada bisnis yang direncanakan, bahkan memberikan modal tersebut tanpa jaminan apapun.

  • Membuat daftar investor baik perorangan maupun perusahaan bisnis, bank, dan lembaga lainnya. Ini perlu untuk dijadikan target pembuatan bisnis proposal dan penawaran.
  • Membuat rencana bisnis dalam bentuk bisnis proposal yang menarik. Perlu diperhatikan tampilan proposal, maksud dan tujuan yang sangat jelas dan terukur. Dijelaskan melalui rincian anggaran, berupa modal yang diperlukan, rencana atau perkiraan pendapatan, Break Event Point (BEP), dan Hasil Usaha yang diperoleh. Penting juga dalam bisnis proposal terdapat rencana pengembangan usaha. Jadi terlihat jelas akan kesungguhan untuk membangun sebuah bisnis.
  • Mengajukan secara langsung atau melalui email, media sosial dan sebagainya proposal bisnis yang sudah dibuat.
  • Buat janji untuk melakukan presentasi, lakukan presentasi dengan penuh percaya diri dan meyakinkan.

Demikian, semoga dapat diterapkan, Good Luck!

No Comments

    Leave a Reply