Menu
Uncategorized

Menjalankan Bisnis Dengan Profit Konsisten

tujuan bisnis

Tujuan utama menjalankan bisnis adalah mendapatkan profit atau keuntungan. Dalam istilah akuntansi disebut juga hasil usaha atau laba yang diperoleh melalui transaksi bisnis baik penjualan produk maupun jasa setelah dikurangi beban usaha seperti gaji karyawan, biaya operasional, pajak dan sebagainya. Sebelum mengetahui strategi bagaimana memperoleh profit secara konsisten, pemahaman dasar akan cara penghitungan profit juga diperlukan. Sedikit akan dibahas mengenai hal tersebut, agar dapat diterapkan dalam pembukuan usaha. Berikut merupakan contoh penyajian profit/hasil usaha dalam laporan keuangan.

hasil usaha

Terdapat beberapa jenis transaksi dalam penghitungan profit, diantaranya penjualan, pendapatan jasa dekorasi, pendapatan lainnya dari usaha seperti pendapatan bunga bank, kemudian beban usaha yang terdiri dari beban gaji karyawan, beban administrasi, beban penyusutan dan sebagainya, biasanya ditambahkan juga dengan pajak sebagai pengurang.

Cara perhitungannya mudah, terlihat jelas diatas bahwa beban usaha dan pajak sebagai penguran dari pendapatan, sehingga diperoleh profit / hasil usaha. Tentu sebelum melakukan penghitungan tersebut perlu dilakukan tahapan lainnya seperti jurnal, buku besar dan sebagainya. Cukup mudah, yang penting pahami akuntansi dasar pembukuan usaha.

Ketika mulai berbisnis yang muncul adalah bayangan mendapatkan keuntungan, hal ini wajar karena tidak ada satu orang pun pelaku bisnis yang ingin merugi. Sering terdengar pernyataan bahwa dalam bisnis ada pasang surut, artinya kadang profit dan kadang lost. Pernyataan ini kurang tepat, karena dapat mempengaruhi mindset dalam menjalankan bisnis. Sehingga jika lost merasa tidak masalah dan merasa wajar. Padahal lost itu bukanlah suatu hal yang menyenangkan dan diharapkan.

Profit konsisten bukanlah hal yang tidak mungkin, dapat diupayakan. Profit konsisten artinya, bisnis mendapatkan profit terus menerus tanpa mendapati lost dalam perjalanannya. Oleh karena itu, untuk mewujudkan apa yang menjadi tujuan berbisnis seperti disebutkan sebelumnya, diperlukan pemahaman mengenai beberapa hal dan mengimplementasikannya.

Buat daftar apa saja yang harus dilakukan agar terarah dan pencapaian sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Kemudian terapkan secara disiplin dan konsisten.

  1. Tetapkan Tujuan

Dalam pemilihan tujuan sebaiknya jelas dan terukur. Jelas objek atau sasarannya dan lengkap dengan jumlah maupun jadwal. Misalnya pada tahun pertama bisnis, sudah break event point atau balik modal usaha. Kemudian pada tahun kedua mendapatkan perluasan jangkauan pasar dan keuntungan yang cukup untuk membuka cabang bisnis, intinya melakukan ekspansi. Untuk lebih jelas dan terukur sebaiknya dibuatkan tabel atau catatan infografis agar terlihat menarik untuk dilihat.

Gambar 1. Tujuan Bisnis

tujuan bisnis

Ilustrasi gambar diatas menunjukkan tujuan yang jelas dan terukur dengan mencantumkan pencapaian waktu dan profit yang direncanakan. Break event point diperoleh pada tahun pertama usaha berjalan dengan jumlah atau nominal profit sebesar 200 juta. Pengembangan produk dilakukan pada tahun kedua dengan nominal profit sebesar 350 juta. Membeli aset dilakukan pada tahun ketiga dengan profit 750 juta dan membuka cabang di tahun keempat dengan nominal profit sebesar 1 Milyar.

  1. Memiliki Mentor

Mentor adalah orang yang dipercaya dapat melakukan pembinaan, asistensi, dapat memotivasi dan yang jelas mampu memberikan contoh dengan kesuksesan yang sudah diperoleh. Hindari mentor yang belum bisa membuktikan atau dengan kata lain belum ada kesesuaian antara teori dan implementasinya. Mentor akan memberikan guidance berdasarkan tahapan yang rinci dan arahan dengan rasionalisasi dan resiko-resiko yang akan dihadapi.

Dengan pengalaman yang dimiliki dan kesuksesan yang diperoleh cukup sebagai pegangan untuk menjadikannya seorang mentor. Namun tetap keputusan penuh ada pada pelaku bisnis bukan mentor, karena mentor bukan pengambil keputusan.

  1. Melakukan Analisa Pasar

Bersama dengan mentor melakukan analisa pasar dan juga analisa terhadap bisnis yang dimiliki atau yang akan dijalankan. Analisa sebaiknya menggunakan SWOT analysis untuk memperoleh informasi mengenai kekuatan dan peluang yang dimiliki serta kekurangan dan tantangan yang akan dihadapi. Bagaimana dengan kekuatan dan peluang yang ada dapat menjawab tantangan dan menutupi kekurangan.

swot

Berdasarkan contoh analisa SWOT diatas, hanya menampilkan satu dari masing-masing indikator, sebagai berikut :

Kekuatan (S), memiliki produk berkualitas dengan harga yang lebih rendah dari pasar.

Kekurangan (W), kemasan produk kurang menarik

Peluang (O), produk berpeluang mendapatkan pelanggan tanpa batasan usia dan gender

Ancaman (T), adanya competitor yang siap bersaing dengan harga yang sama dan kemasan yang menarik

Analisa yang sudah dibuat, dapat dijadikan materi dalam membuat perencanaan kedepan untuk mencapai tujuan yaitu profit konsisten. Buat secara rinci atau detail agar meminimalisir terjadinya kerugian.

  1. Amati competitor atau pesaing

Pesaing perlu diamati dan analisa untuk berbagai tujuan. Seperti untuk melakukan perbandingan mengenai kelemahan dan kelebihan produk. Mulai dari harga, kemasan, bahan baku, tenaga kerja dan sebagainya. Kemudian bagaimana pesaing melakukan pemasaran dan meraih pelanggan.

  1. Terapkan Prinsip Efisien dan Profit Konsisten

Prinsip efisien dalam pengeluaran adalah penting untuk diimplementasikan. Artinya meminimalisir pengeluaran dalam produksi, pemasaran, operasional dan lainnya namun tidak mengurangi kualitas produk dan promosi produk di pasar. Banyak strategi yang dapat dilakukan untuk melakukan minimalisasi biaya. Apakah dengan kerjasama berupa simbiosis mutualis seperti dalam hal pemasaran, bekerjasama dengan pihak sekolah untuk mempromosikan produk melalui acara yang didalamnya ada kesempatan sosialisasi produk.

Miliki mindset untuk profit secara konsisten. Jangan pernah berpikir rugi. Upayakan dalam menyusun berbagai strategi dengan memikirkan profit yang akan diperoleh dengan membandingkan resiko yang minim.

  1. Evaluasi

Biasakan untuk melakukan evaluasi secara berkala dan pada setiap strategi yang dirumuskan serta dijalankan. Hasil evaluasi dapat memberikan informasi mengenai beberapa hal yang menjadi kendala dan dapat dirumuskan rekomendasi atau solusi segera. Untuk memperoleh perbaikan-perbaikan kedepan guna profit tetap terjaga atau konsisten.

Terlihat cukup mudah melihat strategi diatas dalam mencapai profit konsisten dalam bisnis. Karena memang segala yang terlihat terkadang sangat mudah. Namun jika tidak diterapkan secara disiplin dan konsisten, apalalah arti sebuah strategi. Yang ada hanya sebuah teori. Sering terdengar banyak pelaku bisnis yang beranggapan bahwa teori tidak penting, yang penting adalah pengalaman. Tidak seluruhnya sesuai karena disamping pengalaman, teori juga diperlukan sebagai langkah awal membangun pijakan bisnis.

Bukan tidak mungkin teori dibuat tidak atas dasar pengalaman. Teori lahir tidak hanya atas pengamatan dan penelitian tetapi juga praktek. Jadi jangan pernah remehkan teori yang disajikan dalam bentuk bahan bacaan. Bagaimana akan melakukan praktek tanpa ada sebuah perencanaan dan strategi. Hal tersebut memerlukan sebuah konsep dan definisi agar tercipta sebuah perspektif yang sama antara pemilik bisnis dan tenaga kerja.

Bisnis yang tidak berjalan sesuai sering kali terjadi karena dukungan tenaga kerja yang tidak sesuai dengan harapan pemilik bisnis. Mengapa hal ini dapat terjadi, karena tidak ada persamaan perspektif mengenai tujuan bisnis, apalagi perencanaan dan strategi bisnis. Untuk itu dalam membuat perencanaan dan strategi mencapai profit perlu pemahaman atau perspektif yang sama antara pemilik bisnis dan tenaga kerja.

Sukses selalu!

No Comments

    Leave a Reply